Minggu, 30 September 2018

Close My Eyes

Diposting oleh Nia Utami di 22.57 0 komentar
Ingin sekedar menutup mata, lalu tidak ikut campur dalam hal manusia manapun, mungkin benar titik kejenuhan ku sudah sampai, dan aku perlu seorang pendengar yg baik.

Sabtu, 29 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 08.47 0 komentar
Ingatkah kamu?
Kita pernah sedekat itu, lalu memutuskan untuk tidak saling memperjuangkan, dan sekarang hanya menjadi orang asing.
Diposting oleh Nia Utami di 08.45 0 komentar
Once someone make you had butterflies in your stomach and phewhh disappear out of nowhere to be found.

Jumat, 28 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 04.47 0 komentar
Jika rasa suka terhadap seseorang adalah suatu kebahagiaan, lantas berharap akan sebuah balasan apakah itu berlebihan?
Aku tidak tau, sudut pandang manusia itu berbeda, yg ku tau ada hati yg berdebar saat melihat ciptaan indah Tuhan ku.
Beranikah aku untuk berharap kepada selain Tuhan?
Rasa takut akan kejadian lalu bahkan masih membekas jelas di ingatan.
Lalu, inikah yang dinamakan jatuh cinta?

Kamis, 27 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 20.29 0 komentar
Tidak perlu menjadi orang yg paling baik, karna kau akan selalu menjadi yang terburuk di kehidupan seseorang.
Diposting oleh Nia Utami di 17.06 0 komentar
Dia mulai jenuh dg kehidupan nya.
Secangkir teh di pagi hari tampak hilang pengaruh nya untuk tulisan kali ini.
Yang ia ingat hanya lah lelucon teman sekitar yg mengaitkan drama kehidupan dg seutas tali, lalu menggantung diri.
Dia lelah, dan butuh tempat bersandar yg tepat.
Meski banyak yg menawarkan bahu, hatinya belum bisa bersandar disitu.
Dia ingin sekumpulan bunga yg datang, bukan pertanyaan membingungkan tentang saling berbalas perasaan.
Sesekali ia ingin bermain didalam hujan, menikmati jatuhnya air, lalu menjatuhkan air mata lelahnya.
Akan kah dia baik-baik saja?
Entahlah.

Selasa, 25 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 19.59 0 komentar
Terima kasih atas keputusan baikmu walaupun saat itu saya tidak mengerti dimana baiknya.

Terima kasih sdh pergi diwaktu yg tepat walaupun saat itu saya mrasa itu waktu yg tidak pantas.

Terima kasih sdh menunjukkan bhwa sbgai manusia kita hnya berencana tp Tuhanlah yg menentukan.

Credit : Dr. Gia Pratama.
Diposting oleh Nia Utami di 06.52 0 komentar
Malam ini, terlintas sebuah pertanyaan, tentang memilih dicintai atau pun mencintai, lalu banyak orang menjawab, pilihlah mencintai, sebab jika kau memilih dicintai, kau akan menimbulkan luka jika cinta orang itu tidak terbalas, tapi saat kau memilih untuk mencintai, luka hanya berasal dari dirimu sendiri, kau tak perlu membalas rasa apapun.
Namun taukah kau, saat memutuskan untuk mencintai, akan ada luka yg direncanakan oleh tiap pemilik rasa?
Kau akan di angkat setinggi-tingginya, lalu di hempas bersama rasa cinta itu.
Kau akan menanggung semua sebab rasa cintamu melebihi akal manusia pada umumnya.
Berhentilah mencintai, jika kau tidak ingin lukamu kembali.

Senin, 24 September 2018

A liar

Diposting oleh Nia Utami di 16.16 0 komentar
Seorang penulis, mungkin benar mereka adalah pembohong.
Mereka menciptakan kata tak selalu sama dg apa yg pernah di alami, juga tak selalu sama dg isi hati.
Yang mereka inginkan hanyalah tulisan yg hidup saat orang lain singgah dan membaca.
Apa yang bisa kau baca disana?
Pikiran mereka, rasa lelah nya, serta harapan untuk hari berikutnya.
Lalu haruskah kita percaya?
Percayalah, ada sisi dimana kau bisa menemukan kejujuran disana, saat hati sang penulis tak bisa berkata banyak, tulisan indahnya akan mewakili semua.

Minggu, 23 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 22.58 0 komentar
Hari begitu cerah, dia ingin sekali memuji ciptaan tuhannya.
Dari kejauhan, ada mata yg begitu indah, dengan sedikit kejutan, layar yg selama ini ia genggam kembali hidup.
Pesan singkat yg menandakan kehidupan dimulai, sedikit gurauan serta senyum manis.
Akan kah mereka di pertemukan di waktu yg tepat?
Hanya Tuhan nya yg tau.
Diposting oleh Nia Utami di 08.42 0 komentar
I was heartbroken for so many times.
Again and again, and I'm the only one who picks up the pieces.
Every single time.

Kamis, 20 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 06.34 0 komentar
When we meet again,
I’ll be the first to say,
I’m alright.
Will I see you at least in
my dreams? I close my eyes
Love has come
But you say you’re leaving.
I waited for you. But you say
I can’t see you anymore
Always like a fool
The flowing tears tell me
Goodbye now, goodbye.
I hope time hurries up
And brings you to me
I hope you will tell me just once
Things that are unbelievable
Where are you?
Do you know my heart?
I miss you (In a place I can’t
ever see you again)
 I shout
to the night sky.

Senin, 17 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 03.05 0 komentar
Dia mulai mengayunkan kaki, ditemani suara besi tua di ayunan itu.
Duduk disana seolah berhadapan dengan seseorang, lalu bertanya "How's life?
Lalu ada suara di hadapannya "Better, without you".
Dia lega, tapi mata nya mulai berkaca-kaca, seolah ingin meledak, semua itu tertahan, karena banyak orang yg akan melihat tingkah anehnya.
Dia berkata lagi, "matamu masih coklat, terkena sinar matahari sore, tetaplah bersinar, jgn meredup, besok masih rahasia".
Dia pun mendapatkan balasan terakhir, "berbahagialah".



Minggu, 16 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 02.30 0 komentar
She don’t know how to feel and everything kinda feels mixed up.
She just sitting there alone in her room trying to figure out what the fuck is wrong with her.

Sabtu, 15 September 2018

Would you?

Diposting oleh Nia Utami di 05.06 0 komentar
If I tell you that I'm being honest about it, would you believe me?
I'm a great liar.

Jumat, 14 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 18.37 0 komentar
For some moments, you could not feel anything.
Your world did not immediately turn grey or blue.
Your world was still colourful because of the trace of memories that you hold on to.

Kamis, 13 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 10.09 0 komentar
Sepasang orang asing, tidak saling mengenal dan bertegur sapa, melanjutkan jalan dari masing-masing arah, berbekal tundukan mata, dan berharap tidak melihat apapun tentang cinta.
Rasa sakit itu sirna, dengan waktu yg cukup lama, mereka sembuh, lalu berpencar.
Semua kembali ke semula, orang asing tanpa ada rasa.

Rabu, 12 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 18.22 0 komentar
Let's have a meet when the time is again on our side.

Selasa, 11 September 2018

I'm not brave enough

Diposting oleh Nia Utami di 01.13 0 komentar
Rasa percaya diri seketika menghilang, entah aku yg terlalu takut, atau waktu yg belum tepat, aku kurang memahami nya.
Lantas, harus kemana lagi aku mencari arah?
Ingin kedepan, namun takut tersesat.
Ingin berbalik, namun api itu masih menyala dengan hebat.


Minggu, 09 September 2018

Feelings faded

Diposting oleh Nia Utami di 05.23 0 komentar
Membiarkan rasa itu melayang-layang, dengan tatapan penuh tanda tanya.
Ingin menghabiskan waktu lebih lama, namun malam tampak ingin mengakhiri itu semua.
Kau tau apa yg membuat ku bahagia?
Melihat senyum manismu.

Jumat, 07 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 04.23 0 komentar
Dear heart, how misterious you are.

Kamis, 06 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 06.09 0 komentar
Siang itu, aku duduk ditepi kaca terang, dan seperti biasanya aku sendiri datang ke sana.
Dengan sebuah pulpen dan kertas, aku menulis seolah banyak hal yg ingin ku ceritakan.
Memang banyak, tapi untuk apa lagi?
Pasangan yg datang pergi, minuman yg tumpah, kendaraan yg melintas, cukup mewarnai siang ku kala itu.
Aku bertanya pada diri sendiri, siapa yg kau nanti?
Aku menjawab lagi "seseorang".
Lalu apa yg kau inginkan dr seseorang yg akan datang?
"Aku tidak ingin ada kepergian, jika dia sudah memilih untuk datang".

Rabu, 05 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 20.05 0 komentar
Kau percaya tentang perkara waktu yg bisa menyembuhkan?
Aku tidak, aku mengalaminya, dan aku menyelesaikannya.
Waktu hanya perkara lama atau tidak nya kau memutuskan untuk menyudahi, selebihnya, dirimu sendiri yg mengatur itu.
Beberapa pekan dilewati dg penuh kesabaran, dengan niat yg kuat, bahwa aku tidak ingin membakar diri sendiri lagi.
Sekarang, semua terasa ringan, aku bahagia dengan apa yg diberikan tuhan, masih banyak orang baik, yg membuat ku tersenyum, bukan yg sengaja menjadi racun. 
I decided to heal myself, and here I am.

Senin, 03 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 02.01 0 komentar
Semua itu penuh kepura-puraan.
Aku tidak percaya apapun, bagiku semua hambar. 
Aku mungkin bukan seorang pendendam, tapi ingatan itu begitu kuat melebihi seorang pendendam.
Tidak sekarang, tapi suatu hari nanti.
Percayalah, semua itu ada.
 

최혜인 Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review