Dia mulai jenuh dg kehidupan nya.
Secangkir teh di pagi hari tampak hilang pengaruh nya untuk tulisan kali ini.
Yang ia ingat hanya lah lelucon teman sekitar yg mengaitkan drama kehidupan dg seutas tali, lalu menggantung diri.
Dia lelah, dan butuh tempat bersandar yg tepat.
Meski banyak yg menawarkan bahu, hatinya belum bisa bersandar disitu.
Dia ingin sekumpulan bunga yg datang, bukan pertanyaan membingungkan tentang saling berbalas perasaan.
Sesekali ia ingin bermain didalam hujan, menikmati jatuhnya air, lalu menjatuhkan air mata lelahnya.
Akan kah dia baik-baik saja?
Entahlah.
Blogroll
About
Nia Utami
Kamis, 27 September 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar