Minggu, 30 Desember 2018

Dear you.

Diposting oleh Nia Utami di 12.53 0 komentar
Sesekali berkunjunglah, agar ada yang melihat tulisan-tulisan singkat ini.
Ia mencoba mengetuk pintu, lalu kau membuka pintu tanpa membiarkan nya masuk.
Entahlah, ia tak berani menebak, yg ia tau, bahagia sangat mudah diciptakan, cukup dengan tertawa karna lelucon aneh.
Usaha yang ia ciptakan, tampak belum mendapat balasan yang nyata.
Malam ini, ia merindukanmu, tanpa alasan, tanpa jawaban, dan tanpa berkata padamu.
Di penghujung doa sepertiga malam, namamu juga terlintas disana.
Lalu, bisa kah kau menghadap ke arah nya walau sebentar?
Setidaknya rindu itu bisa lenyap, tanpa harus ia ungkapkan.

Sabtu, 22 Desember 2018

Flat

Diposting oleh Nia Utami di 08.01 0 komentar
Hambar, satu kata yg cukup menjelaskan perasaan ku sekarang.
Menatap mu dibalik kaca dan besi tua yg tergulung rapi, aku bahkan lupa kapan terakhir mencintaimu.
Orang-orang berkata, saat aku merasa biasa saja, itulah titik dimana rasa ku tlah hilang.
Kurasa benar, bahkan melihatmu dari kejauhan pun, yg tertinggal hanya luka.

Struggle

Diposting oleh Nia Utami di 07.23 0 komentar
Terik matahari tampak nya tak begitu ia hiraukan.
Pipi nya basah, tangisan itu juga pecah, ia bersembunyi dibawah penutup kepala.
Ujian dari Tuhan nya tampak bertambah, ia ingin sekali melempar semua itu.
Teriakan nya tampak kurang keras, tak seorang pun menaruh perhatian kala itu.
Entah apalagi yang harus menguras kesabarannya kali ni, ia bahkan tak ingin mencari tau.

Move On

Diposting oleh Nia Utami di 07.14 0 komentar
Singkat cerita, ia berdebat dengan seseorang diluar sana, tentang berpindah dari masa lalu.
Benar, mereka menyebutnya "Move on"
Masih teringat jelas alasan nyata mengapa ia harus move on, walau terkadang semua tidak adil baginya.
Pengalaman itu cukup membekas, kepercayaan memang tidak seharusnya diberikan pada manusia diluar sana.
Ia ingat, betapa hati itu harus di tata agar sembuh dari luka.
Ia juga ingat, hari dimana ia belum bisa melupakan seseorang yg pernah dihatinya
Waktu beranjak, tak menunggu siapapun.
Hati itu kini membaik, ia berdamai dengan dirinya sendiri, meski rasa benci itu tetap hidup, ia sadar bahwa setiap kepergian adalah awal pergantian baik.

Selasa, 11 Desember 2018

Life is a Choice.

Diposting oleh Nia Utami di 07.06 0 komentar
Banyak orang berkata "hidup ini pilihan".
Saat kau dihadapkan dengan banyak pilihan, namun hanya ada satu, yg harus kau terapkan.
Tentang dipilih dan memilih, mungkin ia belum menjadi pemenang.
Lalu, untuk apa memaksakan kehendak, jika tau bukan kita yang dipilih?
Benar, sebuah pengharapan memang muncul disaat yang tak terduga, padahal kita adalah orang yg paling paham tentang resiko berharap pada manusia.

Senin, 10 Desember 2018

Rasa Dalam Diam

Diposting oleh Nia Utami di 02.48 0 komentar
Matahari tampak begitu bersahabat, walau sempat diterpa hujan yang begitu tipis, aku di dekatnya, dan terus tertawa.
Bahagia itu sederhana, bisa menyimpan rasa, dan tetap berada ditempat masing-masing.

Minggu, 09 Desember 2018

Third-Person

Diposting oleh Nia Utami di 05.36 0 komentar
Sebuah kisah tentang sudut pandang orang ketiga, ia sempatkan untuk menulis kan nya kembali.
Entahlah, hari ini terasa begitu berat, rasa cemas nya terus muncul.
Orang-orang disekitar nya tidak bersahabat, ia ingin menyendiri, itu saja.
Blog ini sepi, tanpa pengunjung setia, sama seperti pemiliknya.
Entahlah, jika semua dikeluhkan, mungkin tidak akan ada habisnya,
Ia lebih memilih memendam dan menuliskan nya disini.
Agar tidak ada satupun yang melihat ia bersembunyi.

Don't go there.

Diposting oleh Nia Utami di 05.28 0 komentar
I could go back, to every laugh, but I don't wanna go there anymore.

Jumat, 07 Desember 2018

Sad

Diposting oleh Nia Utami di 03.46 0 komentar
Sebuah kesedihan, yg entah untuk siapa.
Ia lupa kapan terakhir jatuh cinta, ia lupa kapan terakhir ada seseorang yg mengusap kepala nya saat bercanda.
Sesekali ia menatap ke depan, mencari orang yg tepat untuk ia bersandar, namun Tuhan belum mengizinkannya.
Entahlah, hari itu begitu melelahkan, ia ingin berbagi cerita, namun ia belum menemukan seorang pendengar yg baik.

Selasa, 04 Desember 2018

One fine day

Diposting oleh Nia Utami di 06.12 0 komentar
Hai, bercerita tentang mu mungkin tidak ada habisnya.
Senyum ku penuh, jika pesanmu muncul di atas layar.
Sebelum hujan itu turun, aku bergegas, agar bisa melihatmu hari ini.
Telfon berdering, lalu meminta ku bicara, dari kejauhan, ada seseorang disana.
Dia dengan jaket hitam nya, tersenyum ke arah ku.
What a beautiful day.

Kamis, 29 November 2018

Charming

Diposting oleh Nia Utami di 01.34 0 komentar
Sore ku diterpa hujan, dengan deras yg sama, aku tetap menyukai hujan itu.
Aku bersyukur, hari ini aku masih menerima balasan, dari seseorang yg sejak dulu ku kagumi.
Meski dia tau rasa yg ku simpan untuknya, dia tetap bersama pendirian nya, untuk tidak memilih siapapun.
Dia baik, dewasa, lucu dan ramah.
Rasa kagum ku pun muncul sejak pertama aku melihatnya, di kursi jurusan, dan saling bertegur sapa.
Aku tidak rakus kali ini, aku tetap berada ditempatku, dan memperhatikannya dari jauh.
Senyumnya cukup membahagiakan bagiku, dan aku tidak menuntut yg lebih dari itu.

Jumat, 16 November 2018

We were nothing

Diposting oleh Nia Utami di 03.37 0 komentar
You don't have to cut me off.
Like we were nothing.
Now you treat me like a stranger.
And it feels so rough.

Jumat, 09 November 2018

A good writer.

Diposting oleh Nia Utami di 02.20 0 komentar
Dia bukan seorang penulis yang baik, tapi setidaknya ia pernah menggambarkan seseorang melalui tulisan singkatnya.
Kau tau? 
Hati itu selalu dibolak-balik oleh pemilik yang sebenarnya.
Hari ini ia penuh rasa cinta, lalu kemarin ia penuh luka.
Ia terbunuh harapan nya sendiri, meyakin kan diri bahwa setiap perasaan akan berlabuh pada orang yang pantas.
Kenyataannya, ia tidak bisa memilih, dengan siapa ia akan jatuh cinta.

Jumat, 26 Oktober 2018

Fear

Diposting oleh Nia Utami di 22.51 0 komentar
Hati itu begitu takut, sesekali ia juga ingin merasakan jatuh hati pada orang yg tepat, namun celakanya, hati itu selalu jatuh pada pemilik yg salah.

Rabu, 24 Oktober 2018

Hujan dan Kaca

Diposting oleh Nia Utami di 01.15 0 komentar
Setahun berlalu, banyak tulisan yang ku buat untukmu.
Ntah hanya utk sekedar mengingat, ataupun karna ingin menyakiti diri sendiri.
Hari ini aku pergi ke tempat dimana biasa kita bertemu, lalu hujan membuat kaca semakin buram.
Aku ingat kau tepat berada disebelahku, kita mengambil gambar bersama, dan tertawa bahagia setelahnya.
Indah bukan? Iya, dulunya.
Sekarang aku bahagia, rasa sakitku melihat mu bersamanya pun sudah bukan hal penting lagi.
Sudah tanggal 24, aku mencintai tanggal ini sampai sekarang, tidak ada yg berubah.
Bagaimana dengan mu?
Kau bahagia?
Ku harap iya, karna akan menyedihkan jika kau tidak bahagia atas apa yg sudah kau putuskan.
Tenang, aku sudah selesai.
Setelah ini, mungkin kau akan melihat tulisan tentangmu menghilang secara perlahan.
Setahun bukan waktu yg singkat utk menyembuhkan luka, dan kau tidak akan paham rasanya.
Duduklah disini, ditepi kaca dan keramaian orang, maka kau akan tau, bagaimana perasaanku saat menulis semua ini.

Minggu, 14 Oktober 2018

Back To December

Diposting oleh Nia Utami di 23.38 0 komentar
You've been good, busier than ever.
We small talk, work and weather.
Your guard is up, and I know why.
Because the last time you saw me.
You gave me roses, and I left them there to die.

Jumat, 12 Oktober 2018

What happened?

Diposting oleh Nia Utami di 21.50 0 komentar
Time flies, people change, feelings fade.

Selasa, 09 Oktober 2018

Return

Diposting oleh Nia Utami di 02.47 0 komentar
Dia baru sempat berkunjung, beberapa hari ia lewatkan bersama dunia yg begitu pekat.
Melelahkan, hanya itu yg ia dapat di malam hari.
Sebuah keluhan, mungkin tak pantas ia ceritakan, sudah terlalu sering.
Dia menjawab sebuah salam, salam tentang mengembalikan sesuatu yg sudah seharusnya dilakukan sejak lama.
Hanya saja, keadaan memaksa agar ia tetap menggunakan itu.
Hari ke hari, hanya hujan yg turun, langit gelap, bersama tiupan angin.
Dan sekarang ia lupa kapan terakhir merasa bahagia.
Sepi, orang-orang yg terus pergi, dan rasa benci yg belum bisa berdamai dihati.

Sabtu, 06 Oktober 2018

Senja

Diposting oleh Nia Utami di 22.23 0 komentar
Senja kali itu tampak bukan seperti senja.
Yang ku tau, senja itu saat kita berada di tepi sungai dan menatap matahari yg sudah ingin menenggelamkan diri.
I was happier, at that time.
Kita tertawa, lalu menangkap keindahan air disana.
Aku disini, di samping kaca yg basah karna air hujan, diluar begitu gelap, tak ada senja yg biasa kita lihat.
Aku benci semua hal yg membuatku terus mengingat, tapi aku tak pernah membenci hujan.
Tetesan itu begitu tulus, seperti rasa cinta yg selalu kau abaikan.
Aku bergegas, tak ingin larut, tapi aku membiarkan mata ku jujur, mungkin rindu tidak memerlukan balasan, karna kesadaran atas sebuah rasa itu lebih baik untuk diperhatikan.

Self-Love

Diposting oleh Nia Utami di 22.16 0 komentar
Finally, I understood.
I had to love myself, so no one would ever dare to love me half.

Minggu, 30 September 2018

Close My Eyes

Diposting oleh Nia Utami di 22.57 0 komentar
Ingin sekedar menutup mata, lalu tidak ikut campur dalam hal manusia manapun, mungkin benar titik kejenuhan ku sudah sampai, dan aku perlu seorang pendengar yg baik.

Sabtu, 29 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 08.47 0 komentar
Ingatkah kamu?
Kita pernah sedekat itu, lalu memutuskan untuk tidak saling memperjuangkan, dan sekarang hanya menjadi orang asing.
Diposting oleh Nia Utami di 08.45 0 komentar
Once someone make you had butterflies in your stomach and phewhh disappear out of nowhere to be found.

Jumat, 28 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 04.47 0 komentar
Jika rasa suka terhadap seseorang adalah suatu kebahagiaan, lantas berharap akan sebuah balasan apakah itu berlebihan?
Aku tidak tau, sudut pandang manusia itu berbeda, yg ku tau ada hati yg berdebar saat melihat ciptaan indah Tuhan ku.
Beranikah aku untuk berharap kepada selain Tuhan?
Rasa takut akan kejadian lalu bahkan masih membekas jelas di ingatan.
Lalu, inikah yang dinamakan jatuh cinta?

Kamis, 27 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 20.29 0 komentar
Tidak perlu menjadi orang yg paling baik, karna kau akan selalu menjadi yang terburuk di kehidupan seseorang.
Diposting oleh Nia Utami di 17.06 0 komentar
Dia mulai jenuh dg kehidupan nya.
Secangkir teh di pagi hari tampak hilang pengaruh nya untuk tulisan kali ini.
Yang ia ingat hanya lah lelucon teman sekitar yg mengaitkan drama kehidupan dg seutas tali, lalu menggantung diri.
Dia lelah, dan butuh tempat bersandar yg tepat.
Meski banyak yg menawarkan bahu, hatinya belum bisa bersandar disitu.
Dia ingin sekumpulan bunga yg datang, bukan pertanyaan membingungkan tentang saling berbalas perasaan.
Sesekali ia ingin bermain didalam hujan, menikmati jatuhnya air, lalu menjatuhkan air mata lelahnya.
Akan kah dia baik-baik saja?
Entahlah.

Selasa, 25 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 19.59 0 komentar
Terima kasih atas keputusan baikmu walaupun saat itu saya tidak mengerti dimana baiknya.

Terima kasih sdh pergi diwaktu yg tepat walaupun saat itu saya mrasa itu waktu yg tidak pantas.

Terima kasih sdh menunjukkan bhwa sbgai manusia kita hnya berencana tp Tuhanlah yg menentukan.

Credit : Dr. Gia Pratama.
Diposting oleh Nia Utami di 06.52 0 komentar
Malam ini, terlintas sebuah pertanyaan, tentang memilih dicintai atau pun mencintai, lalu banyak orang menjawab, pilihlah mencintai, sebab jika kau memilih dicintai, kau akan menimbulkan luka jika cinta orang itu tidak terbalas, tapi saat kau memilih untuk mencintai, luka hanya berasal dari dirimu sendiri, kau tak perlu membalas rasa apapun.
Namun taukah kau, saat memutuskan untuk mencintai, akan ada luka yg direncanakan oleh tiap pemilik rasa?
Kau akan di angkat setinggi-tingginya, lalu di hempas bersama rasa cinta itu.
Kau akan menanggung semua sebab rasa cintamu melebihi akal manusia pada umumnya.
Berhentilah mencintai, jika kau tidak ingin lukamu kembali.

Senin, 24 September 2018

A liar

Diposting oleh Nia Utami di 16.16 0 komentar
Seorang penulis, mungkin benar mereka adalah pembohong.
Mereka menciptakan kata tak selalu sama dg apa yg pernah di alami, juga tak selalu sama dg isi hati.
Yang mereka inginkan hanyalah tulisan yg hidup saat orang lain singgah dan membaca.
Apa yang bisa kau baca disana?
Pikiran mereka, rasa lelah nya, serta harapan untuk hari berikutnya.
Lalu haruskah kita percaya?
Percayalah, ada sisi dimana kau bisa menemukan kejujuran disana, saat hati sang penulis tak bisa berkata banyak, tulisan indahnya akan mewakili semua.

Minggu, 23 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 22.58 0 komentar
Hari begitu cerah, dia ingin sekali memuji ciptaan tuhannya.
Dari kejauhan, ada mata yg begitu indah, dengan sedikit kejutan, layar yg selama ini ia genggam kembali hidup.
Pesan singkat yg menandakan kehidupan dimulai, sedikit gurauan serta senyum manis.
Akan kah mereka di pertemukan di waktu yg tepat?
Hanya Tuhan nya yg tau.
Diposting oleh Nia Utami di 08.42 0 komentar
I was heartbroken for so many times.
Again and again, and I'm the only one who picks up the pieces.
Every single time.

Kamis, 20 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 06.34 0 komentar
When we meet again,
I’ll be the first to say,
I’m alright.
Will I see you at least in
my dreams? I close my eyes
Love has come
But you say you’re leaving.
I waited for you. But you say
I can’t see you anymore
Always like a fool
The flowing tears tell me
Goodbye now, goodbye.
I hope time hurries up
And brings you to me
I hope you will tell me just once
Things that are unbelievable
Where are you?
Do you know my heart?
I miss you (In a place I can’t
ever see you again)
 I shout
to the night sky.

Senin, 17 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 03.05 0 komentar
Dia mulai mengayunkan kaki, ditemani suara besi tua di ayunan itu.
Duduk disana seolah berhadapan dengan seseorang, lalu bertanya "How's life?
Lalu ada suara di hadapannya "Better, without you".
Dia lega, tapi mata nya mulai berkaca-kaca, seolah ingin meledak, semua itu tertahan, karena banyak orang yg akan melihat tingkah anehnya.
Dia berkata lagi, "matamu masih coklat, terkena sinar matahari sore, tetaplah bersinar, jgn meredup, besok masih rahasia".
Dia pun mendapatkan balasan terakhir, "berbahagialah".



Minggu, 16 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 02.30 0 komentar
She don’t know how to feel and everything kinda feels mixed up.
She just sitting there alone in her room trying to figure out what the fuck is wrong with her.

Sabtu, 15 September 2018

Would you?

Diposting oleh Nia Utami di 05.06 0 komentar
If I tell you that I'm being honest about it, would you believe me?
I'm a great liar.

Jumat, 14 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 18.37 0 komentar
For some moments, you could not feel anything.
Your world did not immediately turn grey or blue.
Your world was still colourful because of the trace of memories that you hold on to.

Kamis, 13 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 10.09 0 komentar
Sepasang orang asing, tidak saling mengenal dan bertegur sapa, melanjutkan jalan dari masing-masing arah, berbekal tundukan mata, dan berharap tidak melihat apapun tentang cinta.
Rasa sakit itu sirna, dengan waktu yg cukup lama, mereka sembuh, lalu berpencar.
Semua kembali ke semula, orang asing tanpa ada rasa.

Rabu, 12 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 18.22 0 komentar
Let's have a meet when the time is again on our side.

Selasa, 11 September 2018

I'm not brave enough

Diposting oleh Nia Utami di 01.13 0 komentar
Rasa percaya diri seketika menghilang, entah aku yg terlalu takut, atau waktu yg belum tepat, aku kurang memahami nya.
Lantas, harus kemana lagi aku mencari arah?
Ingin kedepan, namun takut tersesat.
Ingin berbalik, namun api itu masih menyala dengan hebat.


Minggu, 09 September 2018

Feelings faded

Diposting oleh Nia Utami di 05.23 0 komentar
Membiarkan rasa itu melayang-layang, dengan tatapan penuh tanda tanya.
Ingin menghabiskan waktu lebih lama, namun malam tampak ingin mengakhiri itu semua.
Kau tau apa yg membuat ku bahagia?
Melihat senyum manismu.

Jumat, 07 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 04.23 0 komentar
Dear heart, how misterious you are.

Kamis, 06 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 06.09 0 komentar
Siang itu, aku duduk ditepi kaca terang, dan seperti biasanya aku sendiri datang ke sana.
Dengan sebuah pulpen dan kertas, aku menulis seolah banyak hal yg ingin ku ceritakan.
Memang banyak, tapi untuk apa lagi?
Pasangan yg datang pergi, minuman yg tumpah, kendaraan yg melintas, cukup mewarnai siang ku kala itu.
Aku bertanya pada diri sendiri, siapa yg kau nanti?
Aku menjawab lagi "seseorang".
Lalu apa yg kau inginkan dr seseorang yg akan datang?
"Aku tidak ingin ada kepergian, jika dia sudah memilih untuk datang".

Rabu, 05 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 20.05 0 komentar
Kau percaya tentang perkara waktu yg bisa menyembuhkan?
Aku tidak, aku mengalaminya, dan aku menyelesaikannya.
Waktu hanya perkara lama atau tidak nya kau memutuskan untuk menyudahi, selebihnya, dirimu sendiri yg mengatur itu.
Beberapa pekan dilewati dg penuh kesabaran, dengan niat yg kuat, bahwa aku tidak ingin membakar diri sendiri lagi.
Sekarang, semua terasa ringan, aku bahagia dengan apa yg diberikan tuhan, masih banyak orang baik, yg membuat ku tersenyum, bukan yg sengaja menjadi racun. 
I decided to heal myself, and here I am.

Senin, 03 September 2018

Diposting oleh Nia Utami di 02.01 0 komentar
Semua itu penuh kepura-puraan.
Aku tidak percaya apapun, bagiku semua hambar. 
Aku mungkin bukan seorang pendendam, tapi ingatan itu begitu kuat melebihi seorang pendendam.
Tidak sekarang, tapi suatu hari nanti.
Percayalah, semua itu ada.

Jumat, 31 Agustus 2018

Diposting oleh Nia Utami di 23.12 0 komentar
Hujan itu turun, seolah paling mahir dalam hal terjatuh.
Dia jatuh, lalu mengalir, ke arah yg tidak ku tau.
Kau tau apa yg menyenangkan saat hujan turun?
Ada 2 orang yg sedang berteduh sambil tertawa dg cerita masing-masing.
Apa kau juga tau apa yg paling menyedihkan saat hujan turun?
Ada seseorang yg menyatukan air matanya bersama air hujan yg turun.

Kamis, 30 Agustus 2018

Diposting oleh Nia Utami di 03.40 0 komentar
Bahagia serta kesedihan itu terus mengalir sampai detik ini.
Aku baik, hidup ku juga berjalan sangat baik, namun tetap ada yg terasa hilang. 
Ku coba mencari di sekitar, tapi tak seorang pun mendengarkan hati yg berpura-pura tegar ini.
Banyak yg datang, banyak pula yg pergi, hidup itu adil, dan aku tidak akan berharap banyak.
Lagipula, sebanyak apapun bibir ku berkata tidak dihadapan semua orang, hati ku lebih tau apa yg kurindukan.
Bunga itu sudah layu, bunga dengan sehelai kartu bertuliskan "open our blog", yg akan ku kembalikan bersama dg blue suatu hari nanti.
Untuk apa semua itu diberikan, jika hanya luka yg selama ini kau rencanakan?
-The owner of small port.

Sabtu, 19 Mei 2018

Diposting oleh Nia Utami di 01.01 0 komentar
Tentang Ingatan.


Indah, bila hal yg baik itu ku kenang.
Entah itu sengaja maupun tidak, akan selalu ada detik yg terluang untuk sekedar mengingatkan ku pada "kita".

Tidak, aku tidak bermaksud apa-apa, aku hanya sedang membiarkan perasaan ku mengalir, mengenang seseorang yg sengaja menghilang dr kehidupan.

Sebuah pesan suara, sudah kulayangkan disuatu malam, entah apa di benakku kali itu, aku sedikit menyesal karna tak bisa menahan diri untuk mengirim kepada tujuan nya.
Yang ku tau, dia mendengarnya, walau tanpa ada jawaban.

Apa yg sedang ia lakukan?
Apa dia baik-baik saja?
Apakah dia mengingatku?
Tidak, aku terlalu percaya diri untuk sebuah jawaban "iya".
Hanya diriku saja yg terus memikirkan itu.

Telinga ku mulai terbiasa mendengar berita baik mu dengan dia, dan tentu saja akan ada rasa sakit yg mengikuti ku saat mendengar hal itu.
Namun ku coba mengalihkan nya dg kesibukan dunia ku, walau pada akhirnya aku akan di ingatkan kembali dan merasakan sakit lagi.

Hidup ini penuh drama, ya ini lah drama yg ku benci.
Sebuah kenyataan yg sulit diterima, saat kau masih berdiri tegak ditempatmu, dan melihat orang yg kau cintai berputar dihadapanmu, dengan sesuatu yg baru.

Sesekali, aku juga ingin seperti dia,  bersama yg lain, dan mencari kebahagiaan sendiri, tapi hatiku menolak, tetap saja ada rasa yg salah, dan aku kembali memilih sendiri dan mengingat tentang kita.

Naya

 

최혜인 Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review