Cinta jarak jauh, bisakah kita menjelaskan 3 huruf itu dengan tepat?
Setidaknya kita pernah berada disana, saling berjuang menepikan ego, lalu berakhir tanpa kepastian.
Kemana arah dan tujuan yg dulu pernah sama?
Sudahkah kita saling mempertahankan agar hal yang menyakitkan itu hilang?
Kita tak terarah, tak mengerti apa itu cinta, dan saling menyalahkan tanpa kejelasan.
Blogroll
About
Nia Utami
Rabu, 09 Oktober 2019
Minggu, 02 Juni 2019
Rindu
Jika rindu bisa di gambarkan dengan satu kata, mungkin benar, nama mu lah yg akan ku sebut.
Malam ini terasa berbeda, saat menatapmu menjadi hal yang sulit, mungkin hanya suaramu yang bisa ku miliki.
Langit itu gelap, perlahan meneteskan air dari atas, iya itu benar, hujan turun begitu deras.
Bagaimana? Apa kah kita bisa menghela nafas lebih dalam lagi?
Untuk sekedar memberi isyarat,
bahwa kita baik-baik saja,
tanpa ada yang mengungkapkannya.
Malam ini terasa berbeda, saat menatapmu menjadi hal yang sulit, mungkin hanya suaramu yang bisa ku miliki.
Langit itu gelap, perlahan meneteskan air dari atas, iya itu benar, hujan turun begitu deras.
Bagaimana? Apa kah kita bisa menghela nafas lebih dalam lagi?
Untuk sekedar memberi isyarat,
bahwa kita baik-baik saja,
tanpa ada yang mengungkapkannya.
Minggu, 07 April 2019
Grey
The queen's cloud turned grey, and he asked, "what's going on?"
She just said "nothing"
Then he said "don't worry we're home soon".
The sun had set, but the hands kept holding, still.
Minggu, 03 Februari 2019
Sabtu, 02 Februari 2019
Moments to remember
Banyak hal yg ia ingat, mulai dr hari pertama memberanikan diri untuk bertegur sapa, maupun pesan singkat lewat sosial media.
Benar, mungkin kala itu hanya ia yg berusaha, meski belum tentu ada balasan baik setelahnya.
Sekarang ia bisa membaca semua tulisan lama, tentang orang itu.
Untuk memastikan semua hal tertulis dengan rapi, saat usaha itu ia mulai.
Sekarang , bersamanya bukan lagi sebuah keinginan, itu sebuah pemberian indah dari Tuhan.
Benar, mungkin kala itu hanya ia yg berusaha, meski belum tentu ada balasan baik setelahnya.
Sekarang ia bisa membaca semua tulisan lama, tentang orang itu.
Untuk memastikan semua hal tertulis dengan rapi, saat usaha itu ia mulai.
Sekarang , bersamanya bukan lagi sebuah keinginan, itu sebuah pemberian indah dari Tuhan.
Jumat, 01 Februari 2019
Graduation
Hari itu adalah hari bahagia untuknya, ia memasang jubah dan dandanan yg tak biasa.
Akhirnya, hari ini datang, ia berbaris di kerumunan orang, lalu melihat seseorang yang ingin ia lihat hari ini.
Kucir itu terus bergerak, ia duduk lalu berdiri kembali, arah jam tiga menunjukan senyum orang itu dengan bahagianya.
Entah apa arti senyum itu, boleh kah ia berharap lebih?
Kami wisuda di hari yang sama, dan kali ini, ia berhasil mendapatkan foto berdua yg cukup sempurna.
Akhirnya, hari ini datang, ia berbaris di kerumunan orang, lalu melihat seseorang yang ingin ia lihat hari ini.
Kucir itu terus bergerak, ia duduk lalu berdiri kembali, arah jam tiga menunjukan senyum orang itu dengan bahagianya.
Entah apa arti senyum itu, boleh kah ia berharap lebih?
Kami wisuda di hari yang sama, dan kali ini, ia berhasil mendapatkan foto berdua yg cukup sempurna.
Senin, 28 Januari 2019
You
Pagi nya di awali dengan menyusuri tangga, ia tampak terburu-buru untuk mencari tempat.
Namun yang ia temukan, ruangan itu masih tertutup rapat.
Ia melihat sekitar, tampak nya belum ada orang yang ia cari.
Pintu pun terbuka dan ia menyisihkan satu kursi tepat disebelahnya.
Mata nya terus menatap arah masuk, lalu seseorang datang.
Waktu terasa begitu singkat, ia bahagia, bisa duduk disebelahnya.
Dengan ucapan "terima kasih" Senin nya menjadi berwarna kala itu.
Ia tau, bagimu semua terasa biasa saja, namun baginya, semua terasa berarti.
Namun yang ia temukan, ruangan itu masih tertutup rapat.
Ia melihat sekitar, tampak nya belum ada orang yang ia cari.
Pintu pun terbuka dan ia menyisihkan satu kursi tepat disebelahnya.
Mata nya terus menatap arah masuk, lalu seseorang datang.
Waktu terasa begitu singkat, ia bahagia, bisa duduk disebelahnya.
Dengan ucapan "terima kasih" Senin nya menjadi berwarna kala itu.
Ia tau, bagimu semua terasa biasa saja, namun baginya, semua terasa berarti.
Sabtu, 26 Januari 2019
Saturday Night
Sebut saja akhir pekan, malam ini ia melompat dari kebiasaan, tidak menyapamu bersama pesan yang datang dipertengahan malam.
Entahlah, mungkin ia mulai jenuh, respon sesama manusia, hanya berputar disitu saja.
Sedang apa? Membentuk aliansi?
Buku apa yang sudah kau baca? Lalu dimana kutipannya?
Cukup menarik. Sesederhana itu yang ia fikirkan tentangmu.
Terus menatap layar, meski tau tak akan ada pesan masuk darimu.
Entahlah, mungkin ia mulai jenuh, respon sesama manusia, hanya berputar disitu saja.
Sedang apa? Membentuk aliansi?
Buku apa yang sudah kau baca? Lalu dimana kutipannya?
Cukup menarik. Sesederhana itu yang ia fikirkan tentangmu.
Terus menatap layar, meski tau tak akan ada pesan masuk darimu.
Kamis, 24 Januari 2019
Exhausted
Seperti sebuah pena, papan ini terus ia tekan untuk bercerita sedikit tentang hidup.
Gelap dan hitam, mungkin itu warna yang ingin ia jelaskan sekarang.
Badai menerpa, kabar simpang siur mulai di perbincangkan dihadapannya.
Entahlah,kadang hidup memang tidak adil bagi beberapa orang.
Kau tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi orang tua mu, saudaramu, maupun keluarga mu.
Saat keadaan memaksamu untuk meluapkan amarah, semua terasa sia-sia.
Tak ada yang bisa mengubah dan mengembalikannya.
Kesadaran manusia hanya berbalik kepada diri mereka, bukan pada banyaknya perkataan orang disekitarnya.
Ia ingin pergi, jauh dan menepikan diri.
Namun kemana ia harus beranjak sekarang?
Ia bahkan tak memiliki tempat untuk pulang.
Gelap dan hitam, mungkin itu warna yang ingin ia jelaskan sekarang.
Badai menerpa, kabar simpang siur mulai di perbincangkan dihadapannya.
Entahlah,kadang hidup memang tidak adil bagi beberapa orang.
Kau tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi orang tua mu, saudaramu, maupun keluarga mu.
Saat keadaan memaksamu untuk meluapkan amarah, semua terasa sia-sia.
Tak ada yang bisa mengubah dan mengembalikannya.
Kesadaran manusia hanya berbalik kepada diri mereka, bukan pada banyaknya perkataan orang disekitarnya.
Ia ingin pergi, jauh dan menepikan diri.
Namun kemana ia harus beranjak sekarang?
Ia bahkan tak memiliki tempat untuk pulang.
Senin, 21 Januari 2019
Crush ^^
How was your day?
Tampaknya hari ini ia belum sempat bertanya.
Ia hanya bisa mendoakan agar harimu membahagiakan.
Rindu, tampaknya tak perlu dikatakan.
Sebab akan ada dinding yang sengaja diciptakan, bila ia mulai berkata rindu padamu.
Sudah lama tidak melihatmu, duduk di depan kursi panjang itu, sambil bertanya siapa yang ia tunggu.
Jika boleh menjawab jujur, kau adalah salah satu alasan kenapa ia datang, karna melihatmu itu membahagiakan.
See you soon.
Tampaknya hari ini ia belum sempat bertanya.
Ia hanya bisa mendoakan agar harimu membahagiakan.
Rindu, tampaknya tak perlu dikatakan.
Sebab akan ada dinding yang sengaja diciptakan, bila ia mulai berkata rindu padamu.
Sudah lama tidak melihatmu, duduk di depan kursi panjang itu, sambil bertanya siapa yang ia tunggu.
Jika boleh menjawab jujur, kau adalah salah satu alasan kenapa ia datang, karna melihatmu itu membahagiakan.
See you soon.
It's been a long time...
Sudah lama tidak melihat sesuatu disini?
Tentu saja, ia dipenuhi kesibukan, menulis juga bukan suatu kewajiban baginya sekarang.
Banyak pertanyaan terlintas di sela harinya.
Mereka bertanya "bagaimana hatimu?
Lalu jawaban yang terlintas darinya hanyalah "Hatiku sudah lama mati"
Mati memang tidak selalu mendeskripsikan sesuatu yang telah pergi.
Mungkin kata itu lebih tepat untuk rasa yang benar-benar hampa.
Iya, sudah cukup lama, ia bermain rasa, dan kemudian dihempaskan begitu saja.
Sampai akhirnya ia tertegun dan tak ingin menaruh rasa pada siapapun.
Siapa mereka?
Bisakah menetap sedikit lebih lama?
Agar ia juga tau, siapa yang benar-benar ditakdirkan untuknya.
Tentu saja, ia dipenuhi kesibukan, menulis juga bukan suatu kewajiban baginya sekarang.
Banyak pertanyaan terlintas di sela harinya.
Mereka bertanya "bagaimana hatimu?
Lalu jawaban yang terlintas darinya hanyalah "Hatiku sudah lama mati"
Mati memang tidak selalu mendeskripsikan sesuatu yang telah pergi.
Mungkin kata itu lebih tepat untuk rasa yang benar-benar hampa.
Iya, sudah cukup lama, ia bermain rasa, dan kemudian dihempaskan begitu saja.
Sampai akhirnya ia tertegun dan tak ingin menaruh rasa pada siapapun.
Siapa mereka?
Bisakah menetap sedikit lebih lama?
Agar ia juga tau, siapa yang benar-benar ditakdirkan untuknya.
Disappointed
Kecewa, mungkin sekilas itu yang ia rasakan sekarang.
Dua orang sengaja menyakitinya, lewat sesuatu yang dulu pernah ia berikan dengan ketulusan.
Entahlah, apa maksud manusia-manusia itu, kenapa tuhan tidak menghilangkan mereka saja?
Agar tidak ada rasa sakit yang tertinggal saat melihat mereka hidup.
Jika memang hadiah itu hanya barang usang, buanglah pada tempatnya, agar tak satupun manusia yang dapat melihatnya.
Agar ia juga tidak mengenang apapun, dari cerita yang lama.
Dua orang sengaja menyakitinya, lewat sesuatu yang dulu pernah ia berikan dengan ketulusan.
Entahlah, apa maksud manusia-manusia itu, kenapa tuhan tidak menghilangkan mereka saja?
Agar tidak ada rasa sakit yang tertinggal saat melihat mereka hidup.
Jika memang hadiah itu hanya barang usang, buanglah pada tempatnya, agar tak satupun manusia yang dapat melihatnya.
Agar ia juga tidak mengenang apapun, dari cerita yang lama.
Sabtu, 12 Januari 2019
Healing
Berdamailah dengan perasaan mu sendiri.
Beranjaklah dari tempatmu, agar kau bisa melihat bahagia diluar sana.
Kau tidak perlu menceritakan luka mu kepada dunia, sebab kisah itu diciptakan agar bisa kau lupakan.
Beranjaklah dari tempatmu, agar kau bisa melihat bahagia diluar sana.
Kau tidak perlu menceritakan luka mu kepada dunia, sebab kisah itu diciptakan agar bisa kau lupakan.
Langganan:
Postingan (Atom)
