Seperti sebuah pena, papan ini terus ia tekan untuk bercerita sedikit tentang hidup.
Gelap dan hitam, mungkin itu warna yang ingin ia jelaskan sekarang.
Badai menerpa, kabar simpang siur mulai di perbincangkan dihadapannya.
Entahlah,kadang hidup memang tidak adil bagi beberapa orang.
Kau tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi orang tua mu, saudaramu, maupun keluarga mu.
Saat keadaan memaksamu untuk meluapkan amarah, semua terasa sia-sia.
Tak ada yang bisa mengubah dan mengembalikannya.
Kesadaran manusia hanya berbalik kepada diri mereka, bukan pada banyaknya perkataan orang disekitarnya.
Ia ingin pergi, jauh dan menepikan diri.
Namun kemana ia harus beranjak sekarang?
Ia bahkan tak memiliki tempat untuk pulang.
Blogroll
About
Nia Utami
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar