Bahagia, kesedihan, semua datang seolah berdampingan.
Kita terus berdo'a agar orang tercinta tetap di lindungi yang maha kuasa.
Lalu malam ini, sudahkah kita menemukan kebahagiaan untuk diri sendiri?
Aku menatap foto yang ku ambil tanpa sengaja, raut wajah yg kusukai masih tersimpan rapi, dan masih membuat bahagia.
Teringat percakapan kami, yg mungkin sudah ia lupakan, namun tak sedikitpun hilang dalam ingatan.
Tanah, rumah, penghasilan, perdebatan, poligami, dan kehidupan.
Teringat lagi akan pesan kemarin, seolah menjadi hadiah ulang tahun paling menyesakkan.
Tak apa, ini lah yang kita sebut bahagia dan kesedihan yg berdampingan.
Jika yang bisa di lakukan hanya bersyukur karna pernah merasakan kebahagiaan, lalu untuk apa kita mengeluh karna sudah berjauhan?
Terkadang, bukan tentang jarak yang membuat kita merasa jauh, tapi jarak dekat yg dianggap hanya sebatas teman.
Blogroll
About
Nia Utami
Kamis, 23 April 2020
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar