Dia baru sempat berkunjung, beberapa hari ia lewatkan bersama dunia yg begitu pekat.
Melelahkan, hanya itu yg ia dapat di malam hari.
Sebuah keluhan, mungkin tak pantas ia ceritakan, sudah terlalu sering.
Dia menjawab sebuah salam, salam tentang mengembalikan sesuatu yg sudah seharusnya dilakukan sejak lama.
Hanya saja, keadaan memaksa agar ia tetap menggunakan itu.
Hari ke hari, hanya hujan yg turun, langit gelap, bersama tiupan angin.
Dan sekarang ia lupa kapan terakhir merasa bahagia.
Sepi, orang-orang yg terus pergi, dan rasa benci yg belum bisa berdamai dihati.
Blogroll
About
Nia Utami
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar