Senja kali itu tampak bukan seperti senja.
Yang ku tau, senja itu saat kita berada di tepi sungai dan menatap matahari yg sudah ingin menenggelamkan diri.
I was happier, at that time.
Kita tertawa, lalu menangkap keindahan air disana.
Aku disini, di samping kaca yg basah karna air hujan, diluar begitu gelap, tak ada senja yg biasa kita lihat.
Aku benci semua hal yg membuatku terus mengingat, tapi aku tak pernah membenci hujan.
Tetesan itu begitu tulus, seperti rasa cinta yg selalu kau abaikan.
Aku bergegas, tak ingin larut, tapi aku membiarkan mata ku jujur, mungkin rindu tidak memerlukan balasan, karna kesadaran atas sebuah rasa itu lebih baik untuk diperhatikan.
Blogroll
About
Nia Utami
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar